Bangkit dari Kubur eh… Facebook!!

Bangkit dari Kubur Facebook!!

Inilah gambaran “PETISI: Hentikan Tradisi Kebijakan Penempatan Pegawai Bermasalah di Perpustakaan”. Gerakan ini berawal dari rasa “Prihatin” Pak SBY Pustakawan terhadap kasus “Guru Pemukul Siswa Dibebastugaskan Mengajar” di SMPN 26 Purworejo yang diberitakan oleh Harian Suara Merdeka, 18 Maret 2012 dan “Guru Penganiaya Siswa Dipindah Tugas ” SMP Negeri 79 Jakarta, seperti yang dimuat di Koran Tempo pada tanggal 19 Januari 2009. Kedua kasus ini memiliki kesamaan dalam penanganannya yaitu dengan “menghukum” pegawai bermasalah tersebut menjadi petugas perpustakaan sekolah.

Kedua kasus tersebut akhirnya direspon oleh Pustawan dan Pekerja Informasi dengan membuat sebuah Grup Facebook bernama “Solidaritas Pustakawan Tolak Penempatan Pegawai Bermasalah di Perpustakaan” (solidaritaspustakawanindonesia@groups.facebook.com). Di grup yang didedengkoti oleh Subhan Ahmad, Hanna ‘Kathy’ LatuputtyWibowo Purnomohadi, dkk. inilah pustakawan menyatukan suara dan membahas masalah ini.

Akhirnya kalangan dari berbagai asosiasi pustakawan, lembaga-lembaga pendidikan Ilmu Perpustakaan & Informasi, lembaga-lembaga Perpustakaan Umum, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, dan Perpustakaan Khusus dari berbagai daerah di Indonesia serta pustakawan-pustakawan dari berbagai penjuru Nusantara bersama Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI) sebagai lembaga pengembangan kepustakawan sekolah Indonesia menyampaikan keberatan terhadap kebijakan-kebijakan penempatan pegawai bermasalah di perpustakaan karena telah memberi citra buruk bagi perpustakaan sekolah sebagai tempat penghukuman. Rasa Berkeberatan ini diwujudkan dengan lahirnya “PETISI: Hentikan Tradisi Kebijakan Penempatan Pegawai Bermasalah di Perpustakaan”. Dengan lahirnya PETISI ini, diharapkan kasus-kasus serupa tidak terjadi lagi di sekolah-sekolah lain maupun di semua jenis perpustakaan di Indonesia pada masa yang akan datang.

Selain itu, agar kasus pencorengan citra perpustakaan ini tidak terulang lagi pihak sekolah/instansi pendidikan haruslah memahami fungsi perpustakaan sekolah serta standar perpustakaan sekolah sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 25 Tahun 2008.

Isi Petisi bisa dilihat disini: https://kolordwijo.wordpress.com/2012/04/12/petisi-hentikan-tradisi-kebijakan-penempatan-pegawai-bermasalah-di-perpustakaan/

Kolordwijo: Mas Bro Admin, Bukannya hal ini sudah terjadi turun temurun diberbagai instansi?

Admin: Yang ane tau sih gitu Jo. Kalo pegawai (negeri/swasta) yang udah tinggal menunggu masa pensiun, bermasalah (kelakuan dan kerjanya) tapi susah mecatnya, punya kasus, dll yang gak bener langsung mutasi ke perpustakaan.

Kolordwijo: Pantes image pustakawan dan perpustakaan gak bagus-bagus. Kalau begitu, sebagai Penghuni Perpustakaan Kolordwijo juga dukung petisinya dan akan meningkatkan citra perpustakaan dengan belajar pencitraan dari para pemimpin!!!

Admin: Halah paling cuma bisa PRIHATIN….

Kolordwijo: -_-”