Anglo-American Cataloguing Rules (AACR) Tamat, Resource Description and Access (RDA) Pemenangnya!

Beberapa saat Lalu Saya mendapat berita dari MILIS, isinya tentang pedoman yang biasa digunakan oleh para Pustakawan dalam mendeskripsikan Bahan Pustakanya. Anglo-American Cataloguing Rules (AACR) yang selama ini digunakan sebagai pedoman resmi digantikan oleh Resource Description and Access (RDA). Berikut beritanya:

Hanya sekedar share semoga bermanfaat J

Resource Description and Access atau RDA resmi menggantikan AACR, setelah mulai di implementasikan tahun 2010 oleh perpustakaan di AS, Inggris, Kanada, Selandia Baru, Australia dan akan menyusul Jerman dan Perancis. Negara-negara lainnya di Asia seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, China masih dalam proses persiapan pengimplementasian sistem ini, mungkin termasuk juga PNRI.

RDA dirilis tidak dalam format tercetak seperti AACR tetapi sebagai web-based tools yang didesain untuk kebutuhan dunia digital dan bisa dicustomised sesuai dengan besar-kecilnya perpustakaan, jenis perpustakaan, kebijakan perpustakaan, dll. Meskipun terdapat banyak perubahan signifikan, RDA dibangun di atas fondasi AACR yang telah lama digunakan oleh pustakawan untuk menghasilkan jutaan records di seluruh dunia sejak diterapkan lebih dari beberapa dekade.

Mengapa RDA?
AACR yang selama ini digunakan dibuat berdasarkan pengkategorian jenis bahan pustaka. Dalam AACR ada bab-bab khusus untuk buku, terbitan berseri, sound recording, motion pictures, electronic resources, dll. Struktur masing-masing bab dibuat berdasarkan 8 area yang ada dideskripsikan dalam ISBD. Saat ini, perbedaan jenis pustaka semakin kabur seiring perkembangan teknologi informasi dan multimedia.

AACR dikembangkan di era katalog kartu dan banyak terminologi dalam AACR yang digunakan saat ini masih merefleksikan situasi tersebut, seperti misalnya “heading”, “main entry”, dan “added entry”. Modifikasi istilah sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini dianggap belum cukup untuk menjadikan AACR relevan dengan dunia digital.

RDA dibuat berdasarkan model konseptual Functional Requirements for Bibliographic Records (FRBR), Functional Requirement for Authority Data (FRAD), dan Functional Requirement for Subject Authority Records (FRSAR). Model ini merupakan konsep entities, relationship, and attributes atau metadata yang dikembangkan oleh IFLA.

Model konseptual dipandang lebih relevan di era informasi saat ini karena dapat membantu memahami domain yang digambarkan. Dalam RDA tugas cataloguer antara lain,

1. Mengidentifikasi dan mendefisinikan hal-hal yang penting (entities)
2. Mengidentifikasi dan mendefinisikan hubungan (relationship) antar entities
3. Mengidentifikasi dan mendefinisikan attribute yang merupakan karakter dari entities.

Sebagai contoh untuk relationship antar entities, dalam record RDA cataloguer dapat membuat “The fellowship of the ring” memiliki sequel “the two towers”; atau mendefinisikan Frank Seiberling adalah pendiri Goodyear Tire and Rubber Co.

Struktur RDA
RDA dikelompokan menjadi tiga model konseptual:

I. FRBR atau konsep entitas, terdiri dari
A. Work, core elements:
1. Title of work
2. Date of work
3. Place origin of the work
4. Form of work
5. Other distinguishing characteristic of the work
6. Identifier for the work
7. Medium of performance
8. Dll.
B. Expression, core elements:
1. Date of expression
2. Language of expression
3. Content type
4. Identifier for the expression
5. Accessibility content
6. Illustrative content
7. Form of notation
8. Source consulted
9. Status of identification
10. Dll.
C. Manifestation, core elements:
1. Title
2. Distribution statement
3. Manufacture statement
4. Publication statement
5. Copyright date
6. Carrier type
7. Media type
8. Dimensions
9. URL
10. Preferred citation
11. Note
12. Terms of availability
13. Contact information
14. Restriction on use
15. Restriction on access
16. Production statement
17. Digital file characteristic
18. Mode of issuance
19. Frequency
20. Font size
21. Book format
22. Dll.
D. Item
1. Custodial history of item
2. Immediate source of acquisitions of item
3. Item-specific characteristic
4. Dll.

Istilah work, expression, manifestation, dan item adalah untuk memperjelas istilah membingungkan yang ada di dalam cataloguing rules. Misalnya, ketika kita mendefinisikan “buku” sebagai objek fisik yang merupakan kumpulan kertas terjilid, maka RDA menyebutnya sebagai “item”.

Ketika kita mengatakan buku sebagai jenis bahan publikasi yang berada di toko buku dan memiliki ISBN, RDA menyebutnya sebagai “manifestation”. Ketika kita mendapatkan suatu buku yang merupakan penerjemahan atau variasi dari karya seseorang, RDA menyebutnya sebagai “expression”. Dan ketika kita mengatakan buku sebagai konsep isi yang menjadi dasar bagi karya-karya lain dalam berbagai versi bahasa atau ide-ide seseorang dalam sebuah buku, RDA menyebutnya sebagai “work.”

Bila didefinisikan lebih lanjut, Work adalah karya intelektual atau artistic seseorang yang masih merupakan entitas abstrak. Misalnya LOTR oleh Tolkien. Expression adalah realisasi suatu karya dalam format tertentu, misalnya suatu bahasa. Seperti juga Work, Expression masih merupakan konsep abstrak. Manifestation adalah perwujudan fisik dari expression suatu karya. Misalnya seluruh edisi LOTR di edit oleh Harold Bloom dan diterbitkan Roundhouse tahun 2001. Manifestation direpresentasikan dalam bibliographic record. Sedangkan Item adalah eksemplar dari Manifestation, atau biasa yang disebut sebagai copy.

II. FRAD, terdiri dari
A. Persons
1. Name of the persons
2. Fuller form of name
3. Date associated with the the person
4. Identifier for the person
5. Field of activity of the person
6. Profession or occupation
7. Biographical information
8. Language of the person
9. Gender
10. Affiliation
11. Address of the person
12. Place of birth
13. Place of death
14. Place of residence
15. Source consulted
16. Dll.

B. Families
1. Name of the family
2. Place associated with the family
3. Prominent member of the family
4. Hereditary title
5. Familiy history
6. Dll.

C. Corporate Bodies
1. Name of the corporate body
2. Associated institution
3. Identifier for corporate body
4. Corporate history
5. Number of a conference
6. Dll.

III. FRSAR
A. Concepts
B. Objects
C. Event
D. Places

Perubahan siginfikan lain yang ada di RDA jika dibandingkan pendahulunya, AACR adalah RDA mengkonsultasi pengembangan sistem kategorisasi dengan perpustakaan dan penerbit. Kategorisasi ini akan menghapus istilah GMDs dan SMDs yang digunakan dalam AACR dengan menggantinya dengan tiga elemen terpisah : media category, type of carrier, dan type of content.

Pada RDA penekanan pada relationships juga diutamakan, antara lain:
1. Kaitan antara entitas kelompok FRBR yang terhubung dengan resource
2. Hubungan antar masing-masing karya intelektual
3. Hubungan antara suatu karya dan penciptanya
4. Hubungan antara persons, families, dan corporate bodies.

(diolah dari berbagai sumber)
Salam,
WshHrd

Hal ini tentu akan membuat beberapa perubahan dan pasti akan timbul pro-kontra dikalangan Pustakawan itu sendiri. Tetapi yang jelas Pustakawan dan bahkan Mahasiswa Ilmu Perpustakaan harus dapat beradaptasi dengan keadaan/kebijakan yang baru karena seperti yang dikatakan Charles Darwin “bukan spesies yang paling kuat atau cerdas lah yang akan bertahan hidup melainkan spesies yang paling dapat beradaptasi dengan lingkungannya”. Hal ini seharusnya dapat menjadi pemicu agar Pustakawan maupun Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi untuk belajar kembali. Selamat Belajar Kembali..