Apa Kabarnya Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia yang baru?

Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia yang baru masih belum rampung juga maret ini. Perpustaaan Pusat UI yang rencananya rampung Januari 2010 ini tertunda sampai saat ini. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan “prinsip” antara pihak pengembang dan pihak Perpustakaan Pusat dalam rancangan gedung sehingga ada beberapa rancangan yang harus dirancang ulang. Diusahakan rancangan gedung aman dari bencana alam dan aman dari niat jahat manusia (seperti percobaan bunuh diri yang sedang marak akhir-akhir ini). Tata ruangnya dibuat sedemikian rupa sehingga pemustaka nyaman dan merasa PW (posisi Wuenak) didalamnya. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Perpustakaan Pusat UI saat ini yang juga Dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi UI, Ibu Luki Wijayanti, pada saat Kuliah Bersama Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi UI – Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN IMAM BONJOL (Padang)
Berdasarkan Buletin GERBATAMA ed.42 Februari 2010 “Sentralisasi: mengintegrasi atau mengebiri?”, Perpustakaan Pusat UI yang baru targetnya akan grand launching pada Bulan Agustus 2010 setelah relokasi koleksi buku dari fakultas rampung di bulan Juni-Juli 2010. Berita ini juga disampaikan oleh Ibu Luki pada saat Kuliah Bersama Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi UI – Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN IMAM BONJOL (Padang). Diharapkan dengan sentralisasi perpustakaan ini diharapkan terjadi interaksi antar mahasiswa lintas fakultas dan interaksi ilmu pengetahuan antar fakultas. “Jadi mahasiswa Ilmu Perpustakaan ga cuma tau tentang Perpustaaan dan Informasi aja” ungkap beliau. Sentralisasi Perpustakaan ini sepertinya ingin “mengawinkan” berbagai subjek pengetahuan yang ada di UI sehingga menghasilkan mahasiswa yang memiliki pengetahuan luas. “Di dalam Perpustakaan yang baru nantinya akan ada “ruang perjodohan subjek ilmu pengetahuan”” tambah beliau. Akan tetapi bagaimana dengan mahasiswa yang letak fakultasnya jauh dengan perpustakaan pusat yang baru nantinya, akankah mereka mau jauh-jauh datang untuk mengakses informasi ke perpustakaan padahal saat ini informasi dapat dengan mudah diperoleh lewat internet? Sejauh saat ini, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi menolak bergabung dengan alasan akses yang cukup jauh sehingga statusnya menjadi perpustakaan cabang. “Rektor telah memberi instruksi kepada seluruh dekan bahwa perpustakaan yang tidak mau pindah atau merger dengan perpustakaan pusat, biaya operasional (SDM, Pengembangan, dan Perawatan) merupakan tanggungan biaya fakultas” ungkap Ibu Mariyah (kepala perpustakaan FIB).
Perpustakaan pusat UI yang baru ini akan buka 24 jam/7hari(untuk beberapa jenis layanan, misalnya:hotspot, internet, dll). Masyarakat umum juga boleh memanfaat layanan yang ada di Perpustakaan Pusat UI sesuai peraturan yang berlaku. Ada banyak ruangan khusus yang dapat dipinjam untuk melakukan penelitian, presentasi (skripsi, tesis,dll) bahkan ada panggung yang berbatasan dengan danau yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan pertunjukan musik, drama, teater, dll. Akankah proyek raksasa yang menghabiskan dana ratusan miliar ini sukses dalam pemanfaatannya? Semoga saja pembangunan Perpustakaan Pusat UI yang baru ini dapat megantar UI menjadi World Class University.